Skip to main content

Getting Started

Bagian ini menjelaskan konsep dasar serta arsitektur sistem Paygate agar developer dan tim teknis dapat memahami bagaimana alur komunikasi, pemrosesan transaksi, dan integrasi host-to-host bekerja secara menyeluruh.

Konsep Dasar Paygate

Paygate dibangun sebagai middleware payment platform yang berperan sebagai penghubung antara sistem bisnis (client) dengan berbagai penyedia layanan pembayaran (bank, switching, atau payment network).

Secara konsep, Paygate:

  • Menerima permintaan transaksi dari sistem client
  • Melakukan validasi dan proses bisnis
  • Meneruskan transaksi ke host tujuan secara host-to-host
  • Mengelola respons, status transaksi, dan notifikasi callback

Pendekatan ini memungkinkan client untuk berfokus pada bisnis inti tanpa harus menangani kompleksitas teknis integrasi pembayaran.

Arsitektur Umum Paygate

Arsitektur Paygate dirancang dengan prinsip modular, scalable, dan secure, sehingga setiap komponen dapat dikembangkan atau diperluas secara independen.

Komponen Utama

1. Client System

Sistem milik partner atau merchant yang terintegrasi dengan Paygate, seperti:

  • Core system
  • Billing system
  • ERP
  • Aplikasi web atau mobile

Client berkomunikasi dengan Paygate melalui API yang telah disediakan.

2. API Gateway

API Gateway berfungsi sebagai pintu masuk utama seluruh request, dengan tanggung jawab:

  • Autentikasi dan otorisasi
  • Validasi request
  • Rate limiting
  • Logging dan monitoring

3. Transaction Processor

Komponen inti yang menangani:

  • Proses bisnis transaksi
  • Routing transaksi ke host tujuan
  • Penentuan status transaksi
  • Retry dan timeout handling

4. Host-to-Host Connector

Layer integrasi yang bertanggung jawab untuk:

  • Komunikasi langsung dengan sistem host (bank/switching)
  • Penyesuaian format data (mapping & transformation)
  • Pengelolaan protokol dan standar komunikasi

Setiap host dapat memiliki connector khusus sesuai spesifikasi teknisnya.

5. Callback & Notification Service

Layanan yang mengirimkan notifikasi status transaksi ke sistem client, baik secara:

  • Real-time callback
  • Asynchronous notification

6. Database & Audit Log

Digunakan untuk:

  • Penyimpanan data transaksi
  • Tracking status dan histori
  • Audit dan kebutuhan rekonsiliasi

Alur Transaksi Secara Umum

  1. Client mengirim request transaksi ke Paygate
  2. Paygate melakukan autentikasi dan validasi data
  3. Transaksi diproses oleh Transaction Processor
  4. Request diteruskan ke host tujuan melalui Host-to-Host Connector
  5. Respons host diterima dan diproses
  6. Status transaksi disimpan dan dikirimkan kembali ke client
  7. Callback dikirimkan jika diperlukan

Prinsip Desain Paygate

Paygate dikembangkan dengan prinsip berikut:

  • Loose Coupling – Integrasi antar komponen tidak saling bergantung secara langsung
  • High Availability – Mendukung kebutuhan sistem dengan traffic tinggi
  • Security by Design – Keamanan diterapkan sejak level arsitektur
  • Extensibility – Mudah menambahkan payment channel atau host baru

Ringkasan

Dengan memahami konsep dan arsitektur Paygate, developer diharapkan dapat:

  • Mengintegrasikan sistem secara lebih cepat
  • Memahami alur transaksi end-to-end
  • Mengoptimalkan implementasi sesuai kebutuhan bisnis

Bagian selanjutnya akan membahas detail teknis implementasi API dan skema integrasi host-to-host.